Tax Amnesty sangat menguntungkan Untuk Investor Properti

1 min read

Pengampunan pajak atau amnesti pajak (bahasa Inggris: tax amnesty)

Tidak terasa program Tax Amnesty yang diawal di ragukan akan berhasil dan memenuhi target telah selesai dijalankan dan mendulang beberapa catatan. Pertama kali kebijakan Tax Amnesty digulirkan oleh Pemerintah adalah per tanggal 23 Agustus 2016 seiring telah di undangkannya UU Pengampunan Pajak.

Secara resmi, definisi pengampunan pajak adalah penghapusan pajak yang seharusnya terutang, tidak dikenai sanksi administrasi perpajakan dan sanksi pidana di bidang perpajakan, dengan cara mengungkap harta dan membayar uang tebusan sebagaimana diatur dalam UU No. 11 Tahun 2016 Tentang Pengampunan Pajak. Kebijakan ini dilatarbelakangi oleh beberapa sebab. Salah satunya adalah minimnya ruang fiscal Indonesia khususnya untuk proyek-proyek pembangunan infrastruktur.

Bank Indonesia mencatat bahwa terjadi perbaikan peningkatan penjualan properti yang bergerak tipis. Hal ini merupakan sinyal bahwa siklus pasar properti sudah masuk dalam fase upswing.

Masuknya dana repatriasi sebesar Rp147 Triliun diyakini akan memberikan stimulus terhadap pergerakan pasar properti yang cukup positif. Terdapat beberapa jalur yang berpotensi dilewati oleh dana patriasi yang saat ini disimpan pada instrument perbankan, antara lain melalui pembelian saham properti di pasar saham, penyertaam modal kepada pengembang, dan pembelian properti secara langsung.

Aliran dana yang masuk ke dalam sektor properti juga tidak melulu dari dana repatriasi, para wajib pajak yang telah melaksanakan tax amnesty dan memiliki dana segar, memiliki potensi untuk berinvestasi di sektor properti.

Terbukanya kelonggaran fasilitas pinjaman oleh para developer kepada perbankan diyakini dapat membantu peningkatan sisi supply properti, dan disisi lain rasa aman terhadap tanggung jawab perpajakan yang dimiliki oleh para investor akibat dari keikutsertaannya dalam program amnesty pajak dapat meningkatkan sisi demand pasar properti.

Tidak hanya itu, pemerintah juga saat ini telah meringankan beban pajak atas transaksi pengalihan Tanah dan/atau Bangunan dengan disahkannya PP nomor 34 Tahun 2016 Tentang Tarif Baru PPh Final atas Pengalihan Hak Atas Tanah dan Bangunan yang diberlakukan per tanggal 8 September 2016. Hal ini merupakan bentuk perhatian yang cukup serius dari pemerintah untuk terus menggenjot pertumbuhan sektor properti di  Indonesia.

Agenda Amnesti Pajak di Indonesia juga akan memberikan dampak perbaikan pada likuiditas sektor properti Indonesia. Investasi di sektor properti merupakan salah satu opsi instrument investasi yang dapat dipilih pada skema keuangan non-pasar.

Harus diakui bersama bahwa pasar properti merupakan suatu pasar yang sangat rentan terhadap kebijakan pemerintah. Baik dari rencana tata ruang, peraturan perpajakan, bahkan peraturan daerah setempat. Oleh karena itu pasar properti cenderung harus selalu dirangsang lewat kebijakan-kebijakan yang mendukung. Beberapa paket kebijakan yang disiapkan sebagai amunisi lanjutan untuk menstimulus pasar properti seperti BI 7 Days Repo-Rate, Loan to Value, hingga tax amnesty diharapkan dapat meningkatkan gairah pasar properti di Indonesia.

Abdul R

 5 pemahaman sewa property

Abdul R Abdul R
1 min read

Properti Indonesia VS Malaysia

Properti Indonesia VS Malaysia – Malaysia yang memiliki letak geografis dekat dengan Indonesia bisa menjadi alternatif tempat berinvestasi properti. Lantas sebagai pilihan berinvestasi, lebih baik beli properti di Indonesia...
Abdul R Abdul R
1 min read

Cara Membangun Brand Awareness Property

Cara Membangun Brand Awareness Property Pemasaran digital memberi Anda kemampuan untuk menjangkau orang-orang lebih banyak untuk penjualan. Pada tahap kesadaran, ada satu bentuk pemasaran digital...
Abdul R Abdul R
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *