Cara Jual Beli Rumah Cepat Laku di Properti Indonesia

6 min read

Cara jual beli rumah cepat laku di properti indonesia

Ada pertanyaan yang masuk via email menanyakan hal tentang “Bagaimana cara menjual rumah agar cepat laku dan harganya tinggi?”. Mungkin Anda juga mempunyai pertanyaan yang sama dan ingin segera menemukan solusinya, betul?

Rumah merupakan aset penting, yang setiap tahunnya harganya tidak pernah turun. Oleh karena itu, banyak dari Anda yang ingin menjual rumah dengan harga tinggi alasannya bermacam-macam misalnya, butuh dana karena keluarga sedang sakit, butuh dana untuk melunasi utang, atau memang untuk keuntungan bisnis jual beli rumah.

Apa pun alasan Anda, pastinya menginginkan rumah tersebut cepat laku dan syukur-syukur dibeli dengan harga tinggi, betul? Saya bukan pengajar atau guru yang akan mengajari Anda di sini, namun saya akan berbagi pengalaman dari beberapa teman-teman saya yang sudah berkecimpung di bisnis jual beli rumah bertahun-tahun dan saya rangkum menjadi sebuah artikel.

Setidaknya dengan melakukan cara di bawah ini, saya harapkan rumah yang Anda jual dapat cepat terjual dengan harga tinggi.

1. Jasa Agen Jual Rumah

Melalui agen jual rumah, maka kita tidak perlu repot-repot untuk menaksir harga rumah. Serahkan saja urusan ini kepada agen jual rumah atau disebut juga agen properti. Bagi yang sudah berpengalaman menggunakan jasa agen properti tahu seluk beluknya bagaimana cara memilih agen properti yang andal.

Bagi Anda yang belum pernah sama sekali menggunakan jasa agen properti, tentunya harus punya tips dan trik khusus agar Anda tidak salah dalam memilih agen properti, berikut adalah tips dan trik tersebut:

1.1 Siapkan Interview

Tanyakan pertanyaan spesifik yang bisa mencari tahu pengalaman dan sejarah penjualan mereka, cari tahu media apa saja yang mereka gunakan untuk promosi, dan lain sebagainya. Saat melakukan pertemuan usahakan seperti interview pekerjaan. Undanglah beberapa agen properti, jangan dilakukan di satu tempat lalu setelah mendapatkan hasilnya Anda lanjutkan tips berikutnya.

1.2 Profil Agen Properti

Cara cukup mudah, tanyakan saja akun Facebook, Twitter, Linked In atau website. Anda bisa mendapatkan gambaran tentang agen properti tersebut. Bagaimana bila dia tidak punya? Anda bisa tanya tetangga sekitar, teman-temannya atau yang lain pokoknya Anda harus tahu profil Agen properti yang akan gunakan jasanya.

1.3 Reputasi Agen

Apa saja penghargaan yang pernah Agen rumah tersebut dapatkan, prestasi paling cepat dalam menjual rumah (1 minggu, 1 bulan?). Untuk agen yang sudah besar pasti memiliki website di mana mereka memuat alamat kantor, agen-agen yang berprestasi hal tersebut bisa digunakan untuk acuan Anda.

1.4 Minta Referensi

Hal ini penting karena bisa menambah kepercayaan Anda saat bekerja sama. Anda bisa menghubungi klien yang pernah mereka bantu dan tanyakan apakah agen tersebut bekerja dengan baik? Apa teknik pemasarannya efektif dan tepat sasaran? Berapa lama rumah Anda terjual saat ditangani? Mungkin pertanyaan terakhir apakah mereka akan menggunakan agen yang sama saat mereka butuh jasanya?

1.5 Pilih Yang Sudah Berpengalaman

Tua belum tentu banyak pengalamannya dalam jual beli rumah atau bahkan sebaliknya. Agen properti yang ideal harus memiliki catatan yang terbukti untuk menjual properti di area lokasi tersebut, kondisi lingkungan dan bahkan kebijakan pemerintah yang ada di wilayah tersebut harus tahu. Karena akan mempengaruhi penjualan rumah Anda, karena mereka mempunyai pengetahuan dan pengalaman tentang pasar lokal lebih baik hal ini bisa sangat menguntungkan bagi Anda.

2. Foto Rumah Harus Menarik

Trik ini digunakan saat Anda menjual rumah menggunakan media internet/online, salah satu metode promosi yang sangat bagus dan sudah banyak digunakan oleh agen properti di indonesia. Namun, perlu Anda ketahui saat Anda mengiklankan rumah di internet hendaknya Anda mempunyai gambar/foto rumah yang mampu menarik perhatian untuk para pembeli. Kualitas foto harus bagus dan beresolusi tinggi.

Apabila foto/gambar rumah Anda tidak jelas dapat dipastikan minat pembeli menjadi berkurang, oleh karena itu Anda harus lakukan hal ini saat mengambil foto rumah agar terlihat bagus dengan tujuan agar cepat terjual.

2.1 Kamera Harus beresolusi Tinggi
Gunakan kamera yang memadai layaknya fotografer, bila Anda tidak punya boleh pinjam ke tetangga. Atau kalau memang tidak ada, Anda harus menggunakan kamera ponsel yang resolusi gambarnya tinggi. Zaman sekarang untuk menemukan kamera ponsel berkamera resolusi tinggi cukup mudah.

2.2 Ruangan Bersih
Pastikan saat memotret kondisi ruangan bersih, dan dapat mewakili secara keseluruhan. Anda tidak dilarang berkonsultasi dengan desainer interior mengenai penataan ruangan rumah Anda.

2.3 Titik Fokus
Anda tidak perlu memotret keselurahan ruangan rumah. Cukup ciptakan foto yang memang dapat menarik bagi para calon pembeli. Langkah awal adalah foto segala ruangan setelah itu ulas bersama agen kira-kira mana yang cocok untuk dipajang saat dipasang di kolom iklan.

2.4 Cahaya Ruangan Cukup
Cahaya yang cukup akan berpengaruh terhadap hasil jepretan Anda, bila Anda memang memerlukan lampu kenapa tidak? Setiap area pasti hasil jepretan akan bervarasi tergantung ruangan yang hendak Anda foto dan dari sudut mana cahaya tersebut menyinari ruangan. Jika mengambil foto di luar jangan waktu siang hari yang terik karena hasilnya tidak maksimal.

2.5 Sunting Foto
Saat menyunting foto, disarankan hanya menyunting sebatas warna dan pencahayaan saja. Untuk perangkat lunak penyuntingan foto, Anda bisa mengunduh di internet. Gambar atau foto adalah hal pertama kali yang dilihat oleh calon konsumen dan bisa membuat perubahan dari yang sebelumnya tidak tertarik menjadi tertarik untuk menghubungi Anda atau sebaliknya.

3. Harga Harus Sesuai

Anda pasang harga terlalu tinggi, sudah dapat dipastikan akan sangat lama laku bahkan tidak laku sama sekali karena tidak sesuai dengan kondisi rumah. Oleh karena itu, Anda harus menentukan harga jual rumah yang sesuai dengan kelengkapan rumah, kelengkapan fasilitas di sekitar rumah dan lingkungan, dan lain sebagainya.

Kalau Anda masih bingung, Anda boleh menggunakan teman Anda yang bekerja di bank untuk menaksir harga rumah Anda. Ada sedikit bocoran tentang cara menaksir harga rumah yang bisa Anda ikuti dan terapkan :

3.1 Menghitung berdasarkan nilai pasar
Cara paling umum dan paling sering digunakan untuk menaksir harga rumah adalah dengan cara menghitung berdasarkan nilai pasar. Adapun rumus sederhana yang selalu digunakan adalah seperti dituliskan berikut ini.

Nilai Pasar = Harga Tanah + Nilai Bangunan serta Sarana Pelengkap

Dengan melihat rumus di atas tentu Anda sudah bisa dengan mudah untuk menghitung sendiri pada rumah yang akan Anda taksir harganya. Untuk mendapatkan berapa harga tanah per meternya di lokasi rumah Anda, maka Anda bisa melakukan survei dengan menanyakan langsung ke beberapa tetangga yang berdekatan di lokasi rumah yang akan Anda taksir tersebut.

Jika Anda sudah menemukan harga pasaran tanah di lokasi tersebut, selanjutnya Anda tinggal menghitung sendiri berapa meter tanah dari rumah yang Anda taksir tersebut dan kalikan dengan harga tanah yang sudah Anda dapatkan sebelumnya.

Sebagai contoh jika luas tanah rumah Anda adalah 85 meter persegi dan harga tanah di lokasi tersebut sama dengan 4 juta untuk per meternya, maka harga tanah Anda sama dengan 85 m x 4 juta = 340 juta.

Selanjutnya untuk mendapatkan nilai bangunan, Anda bisa menanyakan kontraktor atau developer perumahan agar hasilnya lebih akurat. Untuk menghitung nilai bangunan biasanya akan dihitung berdasarkan harga rata-rata.

Sebagai contoh jika luas bangunan Anda sama dengan 65 meter persegi dan nilai rata-rata bangunan rumah tersebut sama dengan 2 juta per meternya, maka untuk mendapatkan totalnya Anda tinggal menghitung luas bangunan dikali harga nilai bangunan tersebut, yaitu 65 m x 2 juta= 130 juta.

Selanjutnya untuk mendapatkan nilai dari sarana pelengkap. Tentu saja ini sangat tergantung dari apa saja fasilitas yang ada pada rumah tersebut seperti tersedianya sofa istimewa, set elektronik, sambungan telepon, dan lain sebagainya.

Dan untuk mendapatkan nilainya, Anda tinggal menghitung sendiri barang-barang tesebut sesuai dengan kondisi dan harga pasaran. Sebagai contoh, nilai total sarana pelengkap setelah ditaksir sama dengan 50 juta.

Jika nilai ketiga variabel di atas sudah didapat, maka Anda tinggal menjumlahkan untuk mendapatkan total seperti berikut ini.

Nilai Pasar: 340 juta + 130 juta + 50 juta = 520 juta

Jika sudah, maka Anda sudah berhasil menaksir harga sebuah rumah, seperti contoh di atas yang berhasil ditaksir seharga Rp 520 juta.

3.2 Menaksir dengan membuat perbandingan harga pasar
Selanjutnya untuk mendapatkan kisaran harga rumah, maka Anda bisa membandingkan harga rumah yang akan Anda taksir dengan rumah yang mempunyai tipe yang hampir sama di lokasi tersebut.

Untuk melakukan perbandingan harga pasar, Anda bisa menanyakan langsung pada rumah yang berdekatan dengan rumah yang Anda taksir tersebut, dan untuk perbandingan sebaiknya lakukan perbandingan pada beberapa rumah untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.

3.3 Hitung berdasarkan NJOP rumah

Cara berikutnya untuk menaksir harga dari sebuah rumah, maka Anda bisa saja langsung melihat NJOP dari rumah tersebut. Di sana akan dicantumkan berapa meter luas tanah bangunan Anda, dan berapa harga per meter dari rumah tersebut.

Namun, nilai yang didapat dari NJOP sering kali tidak sesuai dengan harga pasar yang berlaku. NJOP biasanya akan sering kali mempunyai harga yang jauh di bawah harga pasar sebenarnya, sehingga sangat tidak relevan untuk menjadikannya sebagai parameter.

3.4 Menghitung dengan bantuan juru taksir

Selanjutnya untuk menaksir harga sebuah rumah bekas adalah dengan cara penaksiran. Penaksiran bisa saja Anda lakukan sendiri, tetapi jika kurang paham Anda juga bisa menghubungi juru taksir profesional seperti pegawai dari pihak bank.

Jika Anda memanggil orang seperti pihak bank atau orang yang Anda kenal mempunyai pengalaman baik menilai harga rumah, maka biasanya Anda akan membayar orang tersebut. Harga yang harus Anda bayar sangat relatif, tetapi untuk satu kali penaksiran biasanya cukup murah yaitu hanya membayar 300 ribu atau 500 ribu dan sebagainya.

Hasil dari bantuan penaksiran profesional dan berpengalaman seperti disebutkan di atas bisanya cukup akurat dan sering kali lebih baik dari cara yang disebutkan di atas.

4. Jujur Dengan Kondisi Rumah

Siapa yang suka dibohongi, Anda? Kalau Anda tidak suka apalagi calon pembeli. Berterus teranglah Anda tidak akan rugi, jelaskan sejelas-jelasnya kondisi rumah Anda. Hal ini bertujuan agar calon pembeli tidak kecewa di kemudian hari. Banyak dari klien yang menjual rumahnya terjual cepat dan bicara apa adanya tentang kondisi rumahnya atau kondisi keuangannya.

Anda boleh jelaskan dari yang paling buruknya terlebih dahulu misalnya, rumah ini bocor bagian dapur, lantai bagian kamar tengah menggelembung, Anda bisa memberi alasan belum sempat diperbaiki karena belum punya dana atau tukangnya sibuk. Anda sudah jelaskan bagian kabar buruknya, tetapi Anda juga harus jelaskan sisi positif rumah tinggal Anda. Misalnya tempatnya jauh dari kebisingan, dekat dengan pasar, dekat rumah sakit, dan sebagainya. Sekarang coba Anda mulai pikirkan hal positif tentang rumah Anda agar bisa mendongkrak harga jualnya.

5. Jangan Menjual Saat Musim Hujan

Alasan mengapa jangan menjual rumah saat musim hujan karena akan kurang maksimal. Selain itu bila rumah Anda sebelumnya memang Anda cat dengan yang baru, pastinya akan mudah luntur. Sehingga membuat calon pembeli kurang berminat bahkan kecewa.

6. Renovasi

Lakukan renovasi sebelum Anda menjual rumah, cukup dengan renovasi ringan saja sehingga tidak mengeluarkan biaya yang banyak. Hal yang perlu dilakukan adalah cukup dengan membersihkan rumah, merapikan rumah dan melakukan pengecatan ulang pada dinding rumah, sehingga rumah terlihat menarik, bersih dan siap untuk ditempati. Karena rata-rata pembeli menginginkan rumah yang sudah siap pakai dan tidak mau repot-repot merenovasi.

7. Jual Offline

Menjual rumah secara offline adalah menawarkan rumah secara langsung, entah itu menggunakan sebuah media/sarana atau face to face (bertemu langsung). Jenis-jenis media offline yang sering digunakan untuk menjual rumah, yaitu :
➤ SMS Blast
Broadcast Message
➤ Brosur
➤ Katalog
➤ Spanduk
➤ Papan Iklan
➤ Baliho
➤ Poster
➤ X-Banner
➤ Stiker
Mobile Branding
➤ Iklan TV
➤ Iklan Radio
➤ Koran
➤ Majalah
Talk Show
➤ Liputan TV
➤ dan lain-lain

8. Jual Online

Di nomor 7 Anda sudah mengetahui media promosi secara offline sekarang saya akan mengajak Anda untuk  menjual rumah menggunakan media Online apa saja medianya :
➤ Facebook
➤ Twitter
➤ Blog/Situs Web
➤ YouTube
➤ Kaskus
➤ Iklan Baris Online Gratis/Berbayar
➤ LinkedIn
➤ Instragram
➤ dan lain-lain

Apa yang kami sebutkan di atas adalah sarana yang kami pakai saat menjual rumah. Cepat atau tidak rumah tersebut dijual bukan urusan kami ataupun Anda. Namun, urusan yang di atas yaitu TUHAN Yang Maha Esa. Apa pun alasan Anda menjual rumah tersebut, berapapun harganya, bila TUHAN belum menghendaki terjual maka kita bisa berbuat apa? Namun, TUHAN tidak tidur, siapa saja yang berusaha 2 kali lebih keras pasti akan dapat hasilnya. Begitu juga saat menjual rumah Anda, sering promosi secara online ataupun offline cepat atau lambat pasti ada yang membeli rumah Anda.

Sekian dan selamat mencoba, jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman atau keluarga Anda yang sedang ingin menjual rumah mereka.

Abdul R

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *